Selamat datang, silahkan login atau daftar.

Kafirkah Kedua Orang Tua Rasullah

 Kafirkah Kedua Orang Tua Rasullah
 Kafirkah Kedua Orang Tua Rasullah
Kode Produk: Aqidah
Ketersediaan: 1
Rp.18.000,-

Judul Buku        : Kafirkah Kedua Orang Tua Rasulullah
Penulis             : Ali bin Sulthan Muhammad Al-Qaari
Cetakan            : 1, Jakarta 2005
Halaman           : 154 halaman

 

Kedua orang tua Rasulullah, yakni Adullah dan Siti Aminah, wafat sebelum Nabi membawa risalah Islam. Dengan kata lain, keduanya meninggal dalam keadaan kafir.

Namun, banyak umat Islam yang merasa tidak sampai hati mengatakan bahwa kedua orang tua Rasulullah wafat dalam keadaan kafir dan karena itu kelak masuk neraka.

Kecintaan yang besar terhadap Rasulullah kerap menghalangi kaum Muslimin untuk bersikap realistis, bahwa kenyataannya ayah dan ibu Rasulullah meningggal sebagai orang kafir, dan ganjaran bagi orang kafir di akhirat nanti adalah neraka. Bahkan ada yang berkata sangat keras, yakni siapa yang menetapkan kesyirikan dan kekafiran kepada kedua orang tua Rasulullah adalah suatu kesesatan yang nyata, sebab Beliau berasal dari keturunan suci.

Muncullah istilah ahlu fatrah, yang dinisbatkan kepada orang-orang yang hidup setelah Nabi Isa dan sebelum Nabi Muhammad. Kedua orang tua Rasulullah juga kedua orang tua para sahabat Nabi yang utama, hidup pada fase ini, dan karena itu tidak tergolong ke dalam kaum kafir.

Semua hal di atas merupakan kerancuan. Buku ini berupaya menjelaskan secara tuntas kerancuan-kerancuan yang ada dalam benak kaum Muslimin mengenai posisi kedua orang tua Rasulullah dan ornag tua para sahabat.

Kupasan dalam buku ini bersumber dari ayat-ayat Al-Qur'an, hadist Rasulullah dan pendapat para ulama besar. Buku ini juga memuat pro-kontra para ulama mengenai posisi kedua orang tua Rsulullah, antara lain Imam Suyuthi, Ibn Taimiyah, Imam Ath Thabari, Ar-Razy, serta ulama terkemuka lainnya.

Buku ini menjelaskan secara tegas posisi kedua orang tua Rasulullah, yakni keduanya meninggal dalam keadaan kafir dan akan dimasukkan ke dalam neraka. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa seseorang masuk surga bukan karena kekerabatan, tapi oleh iman dan ketaqwaan. Biarpun orang tua Nabi, kalau tidak beriman, tidak akan masuk surga.

Tulis review

Nama Anda:


Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut: